Kriteria Asesmen

May 27th, 2018 by Adjie

Suatu pelaksanaan asesmen secara umum setidaknya memenuhi enam kriteria, yaitu valid, reliable, autentik, terpadu, bermakna, dan selaras.

Read the rest of this entry »

Klasifikasi Asesmen

May 27th, 2018 by Adjie

Dalam tulisan berikut telah disampaikan pengertian tentang asesmen dan perbedaannya dengan penilaian dan evaluasi. Asesmen adalah proses untuk mendapatkan data/informasi dari proses pembelajaran yang bertujuan untuk memantau perkembangan proses pembelajaran serta memberikan umpan balik baik kepada dosen maupun kepada mahasiswa. Asesmen dapat diklasifikasikan dengan beberapa cara. Pada tulisan ini dijelaskan klasifikasi berdasarkan pihak yang melakukan asesmen, situasi asesmen, penggunaan asesmen, dan output asesmen.

Read the rest of this entry »

Mata Kuliah Wajib Universitas sebagai Sarana Pengembangan Capaian Pembelajaran Sikap dan Keterampilan Umum

October 29th, 2017 by Adjie

Sesuai dengan Kepmenristekdikti nomor 44 tahun 2015 maka seluruh program studi wajib menyusun dan menerapkan Kurikulum sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi atau lebih sering dikenal sebagai Kurikulum KKNI. Di antara kesesuaian tersebut adalah mengadopsi atau mengadaptasi Capaian Pembelajaran Lulusan untuk sikap dan keterampilan umum sesuai dengan lampiran keputusan tersebut. Berikut adalah contoh bagaimana menguraikan CPL sikap dan keterampilan umum, khususnya untuk jenjang sarjana, pada mata kuliah wajib universitas yang berlaku di Universitas Islam Indonesia.

Read the rest of this entry »

Upaya Penjaminan Mutu Program Studi dalam Proses Pembelajaran

September 23rd, 2017 by Adjie

Oleh : Agung Nugroho Adi – Prodi Teknik Mesin Universitas Islam Indonesia

Tulisan ini merupakan pengembangan dari tulisan yang terdapat pada tautan berikut, khususnya terkait dengan upaya penjaminan mutu pembelajaran di level program studi. Dengan model kurikulum berbasis capaian pembelajaran seperti yang termaktub dalam SN-Dikti, maka sebenarnya capaian pembelajaran lulusan dapat dianggap sebagai standar mutu, yang selain menjadi acuan pelaksanaan proses pembelajaran, juga semestinya diukur pemenuhannya. Dengan upaya untuk selalu memenuhi capaian pembelajaran tiap lulusannya tentunya program studi telah melakukan proses penjaminan mutu lulusan, dengan harapan dapat membentuk profil lulusan yang diharapkan dapat berkarya dan berkontribusi di masyarakat.

Gambar 1 Siklus pembelajaran

Sebagai pengantar ditampilkan Gambar 1 yang menunjukkan siklus yang terjadi dalam suatu proses pembelajaran. Siklus ini diawali dengan proses penyusunan ataupun peninjauan kurikulum yang menghasilkan dokumen kurikulum yang di dalamnya antara lain terdapat profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, struktur mata kuliah dan silabus. Perencanaan detail untuk setiap mata kuliah dilaksanakan pada tahapan desain intruksional. Pada tahapan ini dosen merancang aktivitas instruksional yang dilakukan dosen dalam rangka mendukung proses pembelajaran mahasiswa. Output dari tahapan desain instruksional adalah Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang dilengkapi dengan Lembar Penugasan. Setelah itu dilaksanakan proses pembelajaran melalui aktivitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh mahasiswa yang dipandu oleh dosen melalui aktivitas instruksional. Setelah melalui satu tahapan pembelajaran maka dilakukan proses asesmen untuk mengukur pemenuhan capaian pembelajaran yang dituju dalam mata kuliah. Hasil dari asesmen dikuantifikasikan melalui proses penilaian. Hasil proses penilaian bukan hanya dalam bentuk nilai mata kuliah, namun juga digunakan sebagai bahan evaluasi, untuk membuat keputusan memperbaiki kekurangan dan juga mengembangkan proses pembelajaran yang telah dilakukan. Hasil dari evaluasi berupa umpan balik untuk proses penyusunan/peninjauan kurikulum dan desain instruksional berikutnya.

Read the rest of this entry »

Pengaruh Penerapan Blended Learning Pada Praktikum Mekatronika Terhadap Pencapaian Hasil Pembelajaran Praktikan

September 15th, 2017 by Adjie

Blended learning mulai diterapkan pada Praktikum Mekatronika dengan maksud untuk dapat mengatasi beberapa masalah yang selama ini terjadi dalam pelaksanaannya. Untuk mengetahui pengaruh penerapan blended learning terhadap hasil pembelajaran praktikan maka dilakukan penelitian dengan membagi pelaksanaan praktikum pada semester 2 tahun 2013/2014 menjadi dua bagian yaitu kelas uji coba dan kelas kontrol. Setelah pelaksanaan praktikum dilakukan responsi dengan metode dan jenis soal yang sama sehingga dapat dilihat perbedaan hasil pembelajaran antara kelas uji coba dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan blended learning dapat memfasilitasi kecepatan pembelajaran praktikan yang berbeda-beda dan memberikan hasil yang positif yang ditunjukkan dengan peningkatan keaktifan praktikan, peningkatan suasana pembelajaran dan peningkatan hasil pembelajaran praktikan. Kata kunci : Blended learning, praktikum, mekatronika, hasil pembelajaran

Tulisan ini pernah dipresentasikan pada Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Badan Kerja Sama Teknik Mesin (BKSTM) dan Universitas Lambung Mangkurat.

Makalah selengkapnya dapat diunduh melalui laman berikut ini.

Agung Nugroho Adi SNTTM 2015

Perubahan Peranan Asisten Dalam Pelaksanaan Blended Learning Pada Praktikum Mekatronika

September 12th, 2017 by Adjie

Abstrak

Selama ini metode pembelajaran yang dilaksanakan pada Praktikum Mekatronika adalah metode konvensional yang lebih banyak porsinya pada proses penjelasan topik bahasan dan tutorial oleh asisten. Dari evaluasi pelaksanaan praktikum sebelumnya diindikasikan terdapat beberapa masalah, antara lain kurangnya interaksi dua arah antara asisten dengan praktikan, kurangnya umpan balik yang diterima oleh praktikan, serta kemampuan praktikan dan asisten yang bervariasi. Untuk menanggulangi masalah-masalah tersebut maka dikembangkan metode pembelajaran baru berupa blended learning. Read the rest of this entry »

Kontekstualisasi Perbaikan Berkelanjutan dalam Rangka Penjaminan Mutu di Level Program Studi

July 9th, 2017 by Adjie

Salah satu kesulitan yang sering dialami saat mengembangkan dan menerapkan sistem penjaminan mutu adalah resistansi dan sikap skeptis dari banyak pihak. Saya juga termasuk yang awalnya skeptis dengan penjaminan mutu. Dulu saya menganggap penjaminan mutu hanyalah hal-hal terbatas yang terkait dengan audit. Selama menjadi dosen hampir setiap tahun saya harus menghadapi audit, khususnya Audit Mutu Internal (AMI), baik sebagai kepala laboratorium maupun pengurus prodi. Dan bukan rahasia lagi bahwa audit sering dianggap sebagai beban, harus mengisi ini itu serta mencari data ini itu. Read the rest of this entry »

Lanjutan Mindmap Standar Nasional Pendidikan Sesuai Kepmenristekdikti No. 44/2015

July 9th, 2017 by Adjie

Setelah pada posting sebelumnya ditampilkan mindmap standar kompetensi lulusan, standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran, dan standar penilaian pembelajaran kali ini saya melanjutkan menampilkan empat standar berikutnya yang tercakup pada Standar Nasional Pendidikan yaitu standar dosen dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana pembelajaran, standar pengelolaan pembelajaran, dan standar pembiayaan pembelajaran sesuai Kepmenristekdikti No. 44/2015 (Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, 2015).

Read the rest of this entry »

Evaluasi Diri Sebagai Upaya Pengembangan dan Perbaikan Institusi Secara Berkelanjutan

June 28th, 2017 by Adjie

Setiap kali kita akan mempersiapkan proses akreditasi/reakreditasi, salah satu dokumen yang perlu disusun adalah dokumen evaluasi diri. Dalam konteks proses akreditasi/reakreditasi upaya yang dilakukan oleh prodi umumnya lebih difokuskan kepada pengumpulan data dan pengisian borang akreditasi baru kemudian disusun dokumen evaluasi diri. Setelah proses visitasi akreditasi selesai dokumen evaluasi diri jarang/tidak pernah dibuka kembali untuk dijadikan dasar pengembangan dan pengembangan prodi secara berkelanjutan. Baru setelah menjelang proses reakreditasi berikutnya siklus kehebohan di atas akan terulang lagi. Sehingga bagi banyak pihak satu-satunya kegunaan dokumen evaluasi diri adalah hanya untuk dinilai oleh asesor saat visitasi. Padahal evaluasi diri bagi program studi dan perguruan tinggi semestinya dilakukan secara berkala, bukan hanya dilakukan pada saat-saat khusus tertentu untuk memenuhi persyaratan yang diminta pihak eksternal saat melaksanakan suatu proses, seperti proses reakreditasi ataupun pengajuan proposal hibah (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, 2010). Read the rest of this entry »

Apa Saja Isi Dokumen Kurikulum Pendidikan Tinggi

June 18th, 2017 by Adjie

Terkait dengan tulisan sebelumnya tentang kurikulum, setelah membahas tentang apa itu Kurikulum Pendidikan Tinggi, pertanyaan berikutnya adalah tentunya bagaimana cara menyusun kurikulum Pendidikan Tinggi. Tulisan ini memuat struktur dokumen kurikulum yaitu poin-poin apa saja yang perlu dicantumkan dalam suatu dokumen Kurikulum Pendidikan Tinggi. Awalnya struktur dokumen kurikulum dalam tulisan ini digunakan sebagai dasar penyusunan dokumen kurikulum di prodi kami, tapi saya pikir bahwa prodi lain juga dapat mengadopsi/mengadaptasi/mengembangkan struktur dokumen ini. Untuk itu tulisan ini diharapkan dapat memudahkan prodi saat menyusun dokumen kurikulum. Meskipun tulisan ini telah berusaha mencantumkan poin-poin yang semestinya menjadi kelengkapan suatu dokumen kurikulum seperti yang tercantum pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi ataupun sumber lainnya seperti yang tertera pada referensi, namun disadari bahwa tulisan ini jauh dari sempurna. Prodi dapat menyesuaikan dengan kebutuhan prodi maupun mengembangkan poin-poin yang dicantumkan pada tulisan ini. Tabel ataupun gambar hanya sebagai contoh, prodi dapat menampilkan tabel ataupun gambar dalam format lain untuk menampilkan hal-hal yang sejenis. Read the rest of this entry »