Pendekatan 5W 1H dalam Menyusun Proposal Hibah Pengajaran

Oleh : Agung Nugroho Adi

Disampaikan pada Workshop Proposal Hibah Pengajaran yang diselenggarakan oleh BPA-UII pada tanggal 11-12 Agustus 2016

Untuk dapat dibiayai maka proposal haruslah memenuhi kriteria penilaian oleh pemberi hibah. Apapun kriteria penilaiannya proposal yang disusun haruslah dapat menerangkan ide dan rencana pelaksanaan hibah secara jelas dan runtut serta sedapat mungkin menarik. Yang dimaksud dengan jelas adalah ide dan rencana yang disampaikan haruslah spesifik dan gamblang, sedangkan runtut adalah seluruh komponen dalam proposal saling berhubungan dan selaras. Untuk memudahkan peserta dalam mencari dan merumuskan ide yang nantinya akan disusun menjadi suatu proposal maka dalam workshop ini digunakan pendekatan 5W 1H.

Pendekatan 5W 1H menggunakan rumusan pertanyaan yang diawali dengan kata tanya what (apa), who (siapa), when (kapan), where (di mana/ke mana), why (mengapa), dan how (bagaimana) serta kadang-kadang ditambah dengan how much/how many (berapa) untuk membuat suatu kerangka tulisan. Meski umumnya pendekatan 5W dan 1H digunakan pada tulisan jurnalistik, namun ternyata dapat juga kita gunakan dalam penulisan. Diharapkan dengan digunakannya pendekatan 5W 1H ini dapat membuat proposal yang kita susun menjadi lebih jelas dan dapat lebih terhubung antara satu bagian dengan bagian lainnya. Meski dalam tulisan ini ditujukan untuk penyusunan hibah pengajaran, namun pada dasarnya pendekatan 5W 1H dapat digunakan untuk penyusunan proposal hibah lainnya.


Gambar 1 Pertanyaan-pertanyaan yang harus ditemukan jawabannya dalam proposal

Dengan menggunakan pendekatan 5W 1H ini maka proposal yang kita susun haruslah dapat memuat jawabah pertanyaan-pertanyaan seperti yang tertera pada Gambar 1. Gambar 1 juga dapat membantu kita dalam menyusun serta merumuskan ide hibah dengan mulai menjawab pertanyaan diawali dari why, kemudian what, who, dan where serta dilanjutkan berturut-turut dengan how, how much, dan when. Sebenarnya urutan tersebut tidaklah baku namun jika dilakukan dapat membantu kita dalam menyusun benang merah antara satu bagian proposal dengan bagian lainnya. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing pertanyaan.


Gambar 2 Komponen pertanyaan terkait why.

 

Why

Mengapa diawali dengan mengapa (why)? Karena jawaban pertanyaan inilah yang akan menunjukkan alasan dan motivasi dari ide dan rencana hibah yang kemudian akan menjadi rumusan masalah yang akan dicoba untuk diatasi dengan pelaksanaan hibah.Pertanyaan why ini terdiri dari lima bagian, yaitu perubahan paradigma pendidikan, masalah, kebutuhan, ide, dan kontribusi. Bagian ini dapat juga digunakan digunakan pada saat penyemaian ide. Ide dapat dimulai dari salah satu bagian, paradigma pendidikan, masalah, kebutuhan, ataupun ide untuk kemudian dapat dilanjutkan untuk melengkapi seluruh komponen tersebut. Tidak harus semua komponen ada, namun semua komponen yang dituliskan haruslah saling terkait satu sama lain.

Perubahan paradigma pendidikan

Seperti kita ketahui bahwa saat ini telah terjadi perubahan paradigma dalam berbagai aspek pendidikan. Secara ringkas dan sederhana dua perubahan paradigma yang paling dirasakan seperti yang terdapat pada Gambar 3. Perubahan paradigma tersebut tentunya menuntut penyesuaian dalam aktivitas akademik yang diterapkan di kelas kita.


Gambar 3 Perubahan paradigma pendidikan

Masalah

Dalam mengampu suatu mata kuliah tentunya kita sering menemukan masalah, terutama terkait dengan pencapaian tujuan pembelajaran. Bagaimana dengan upaya yang telah kita lakukan dalam mengajar ternyata masih terdapat gap antara kemampuan yang dimiliki mahasiswa dibandingkan dengan capaian pembelajaran yang dituju. Rencana untuk menganalisis masalah yang terjadi dan mengupayakan pemecahannya dapt menjadi awal rumusan proposal hibah pengajaran

Kebutuhan

Dalam melaksanakan aktivitas akademik tentunya kita tidak terlepas dari standar yang berlaku serta kebutuhan pemangku kepentingan lainnya. Untuk itu rumusan proposal hibah dapat dimulai dari kebutuhan kita untuk menyesuaikan proses akademik dengan dengan standar/aturan ataupun kebutuhan lain seperti :

  • Permenristekdikti no 44/2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) yang di dalamnya tercakup kesesuaian capaian pembelajaran prodi dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
  • Ketentuan badan akreditasi internasional yang diacu oleh prodi.
  • Masukan dari pemangku kepentingan lain, misalnya terkait kemampuan bahasa Inggris dan softskill.

Ide

Pelaksanaan hibah juga dapat didasari inovasi proses pembelajaran yang didasari atas suatu ide, baik dari diri kita sendiri ataupun dari orang lain. Misalnya saya pernah mengikuti kelas online di Coursera untuk subjek Blended Learning. Kemudian saya ingin mencoba menerapkan di mata kuliah yang saya ampu, sehingga saya membuat Proposal Hibah Pengajaran tentang inisiasi pelaksanaan blended learning pada mata kuliah saya. Yang perlu diperhatikan adalah apapun ide yang akan dilaksanakan harus dipilih yang menunjang proses ketercapaian tujuan pembelajaran.

Kontribusi

Kontribusi di sini adalah bayangan/gambaran pada saat hibah selesai hasilnya memiliki kontribusi yang dapat ditinjau dari berbagai konteks, boleh dipilih salah satu atau beberapa yang dirasa relevan :

  • Kontribusi mata kuliah yang diusulkan dalam pemenuhan capaian pembelajaran prodi yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
  • Kontribusi hasil hibah dalam pengembangan metode pengajaran/pembelajaran yang dapat diaplikasikan pada mata kuliah lain.
  • Kontribusi hasil hibah dalam penataan sistem assessment capaian pembelajaran prodi.
  • Kontribusi hasil hibah dalam penataan urutan pencapaian capaian pembelajaran.
  • Kontribusi hasil hibah dalam pengembangan ilmu kependidikan dan/atau bidang ilmu program studi.

 

What

Setelah kita memiliki gambaran tentang mengapa kita perlu mengusulkan hibah, berikutnya kita coba jawab apa yang kita usulkan dengan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.

  • Apa saja alternatif solusinya?
  • Apa alternatif yang dipilih?
  • Apa alasan alternatif tersebut dipilih?
  • Apa saja modal berupa kemampuan/sarana/prasarana yang diperlukan untuk menjalankan alternatif yang dipilih?
  • Apa saja keluaran yang diharapkan dari hibah ini?

 

Who

Berikutnya adalah bagaimanapun program yang kita usulkan menyangkut manusia, untuk itu kita perlu merumuskan profil manusia yang terlibat dengan menjawab pertanyaan berikut.

  • Siapakah mahasiswa yang akan menempuh mata kuliah yang akan kita usulkan dalam hibah? Informasi dapat berupa semester berapa, kemampuan apa yang telah diperoleh pada mata kuliah prasyarat, ataupun karakteristik lain yang dirasa diperlukan. Jika dirasa perlu maka bisa jadi perlu dilakukan riset pendahuluan terkait profil lengkap mahasiswa baik terkait kemampuan akademik maupun non-akademik.
  • Siapakah pengampu mata kuliah tersebut? Hal ini terutama jika menyangkut mata dengan pengampu lebih dari satu baik berupa kelas paralel ataupun team teaching, atau bisa jadi karena perlu melibatkan asisten dan/atau laboran.

 

Where

Selanjutnya adalah kita coba rumuskan jawaban terkait dengan lokasi, baik dalam konteks spesifik ruang/tempat/arah maupun dalam konteks lebih umum seperti posisi terkait perbandingan, yaitu :

  • Di mana lokasi pelaksanaan hibah?
  • Ke mana tujuan dari pelaksanaan hibah ini?
  • Di mana posisi hibah ini sebagai penelitian dalam konteks ilmu kependidikan atau bidang ilmu prodi? Jawaban yang diharapkan dari pertanyaan ini dituliskan dalam bagian tinjauan/kajian pustaka.

 

How

Bagian ini biasanya adalah salah satu bagian terpenting dalam komponen peniliaian.Bagian ini adalah menjelaskan bagaimana rencana aktivitas/kegiatan akan dilaksanakan saat hibah dan evaluasi pelaksanaan hibah serta harus dituliskan secara lengkap dan spesifik. Beberapa pertanyaan terkait how adalah :

  • Bagaimana cara melakukan desain instruksional?
  • Bagaimana cara melaksanakan proses pembelajaran? Jawabannya pertanyaan ini adalah metode pembelajaran yang digunakan.
  • Bagaimana mengukur dan mengevaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran?
  • Bagaimana cara mengevaluasi ketercapaian tujuan hibah? Apa saja indikatornya? Bagaimana cara mendapatkan data yang valid dan reliabel? Bagaimana cara menganalisisnya?

 

How Much

Berikutnya adalah beberapa pertanyaan yang terkait dengan kuantitas.

  • Berapa anggaran yang direncanakan? Untuk apa?
  • Berapa target nilai indikator keberhasilan hibah?

 

Where

Selanjutnya adalah beberapa pertanyaan yang terkait dengan waktu, yaitu :

  • Kapan tahapan pelaksanaan hibah akan dijalankan?

Untuk dapat memudahkan kita dalam mengembangkan ide rencana proposal maka dalam mengembangkan outline proposal berdasarkan jawaban 5W 1H dapat digunakan alat bantu visual, contohnya menggunakan etode mindmap atau fishbone diagram seperti tertera pada >Gambar 4.

(a) Mindmap


(b) Fishbone diagram
Gambar 4 Alat bantu visual untuk mengembangkan outline.
Dengan mengunakan pendekatan 5W 1H yang diungkapkan dalam bentuk outline visual akan diperoleh beberapa manfaat sebagai berikut

  • memberikan gambaran besar yang menyeluruh dan lengkap dari semua aspek proposal yang disusun.
  • lebih mudah mengecek kesesuaian antara satu aspek dan aspek lainnya serta dalam menyusun "cerita" untuk menjalin benang merah dari rancangan proposal kita.
  • Memudahkan untuk berkomunikasi dengan orang lain, misal pada saat proposal yang dibuat merupakan hasil kerja kolaborasi.

Jika kita telah meyusun outline proposal berdasarkan jawaban pertanyaan 5W 1H berikutnya adalah tentunya menyesuaikan dengan format proposal yang berlaku pada hibah pengajaran ini, seperti yang terdapat dalam panduan. Untuk hibah pengajaran BPA-UII formatnya adalah sebagai berikut :

  • Motivasi dan rumusan masalah : Bagian ini berisi alasan/justifikasi pemilihan matakuliah yang diajukan dan rumusan masalah spesifik yang akan dijawab.
  • Model pengajaran dan pembelajaran : Bagian ini berisi argumentasinya pemilihan model pengajaran dan model pembelajaran yang akan diterapkan. Untuk mendukung argumen tersebut, pengusul harus melakukan kajian literatur yang memadai terkait dengan model pembelajaran yang dipilih. Tuliskan juga rancangan aktivitas selama pelaksanaan hibah dan pembagian beban antardosen yang terlibat.
  • Kontribusi : Karena hasil hibah harus ditulis dalam manuskrip yang siap didiseminasikan pada konferensi atau jurnal nasional, bagian ini berisi uraian kontribusi teoretis dan/atau praktis yang diharapkan dari pelaksanaan pengajaran.
  • Evaluasi : Bagian ini berisi deskripsi metode evaluasi yang akan dilaksanakan beserta argumentasi dan indikatornya.
  • Keluaran : Bagian ini berisi deskripsi keluaran dari proses pelaksanaan hibah dengan cukup detil, namun ringkas.
  • Alokasi anggaran/pembiayaan : Bagian ini berisi detil rencana alokasi anggaran yang realistis.
  • Daftar referensi

Demikian tulisan singkat tentang penggunaan pendekatan 5W 1H dalam menyusun proposal hibah pengajaran. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

*

It sounds like SK2 has recently been updated on this blog. But not fully configured. You MUST visit Spam Karma's admin page at least once before letting it filter your comments (chaos may ensue otherwise).