Archive for September, 2017

Upaya Penjaminan Mutu Program Studi dalam Proses Pembelajaran

Saturday, September 23rd, 2017

Oleh : Agung Nugroho Adi – Prodi Teknik Mesin Universitas Islam Indonesia

Tulisan ini merupakan pengembangan dari tulisan yang terdapat pada tautan berikut, khususnya terkait dengan upaya penjaminan mutu pembelajaran di level program studi. Dengan model kurikulum berbasis capaian pembelajaran seperti yang termaktub dalam SN-Dikti, maka sebenarnya capaian pembelajaran lulusan dapat dianggap sebagai standar mutu, yang selain menjadi acuan pelaksanaan proses pembelajaran, juga semestinya diukur pemenuhannya. Dengan upaya untuk selalu memenuhi capaian pembelajaran tiap lulusannya tentunya program studi telah melakukan proses penjaminan mutu lulusan, dengan harapan dapat membentuk profil lulusan yang diharapkan dapat berkarya dan berkontribusi di masyarakat.

Gambar 1 Siklus pembelajaran

Sebagai pengantar ditampilkan Gambar 1 yang menunjukkan siklus yang terjadi dalam suatu proses pembelajaran. Siklus ini diawali dengan proses penyusunan ataupun peninjauan kurikulum yang menghasilkan dokumen kurikulum yang di dalamnya antara lain terdapat profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, struktur mata kuliah dan silabus. Perencanaan detail untuk setiap mata kuliah dilaksanakan pada tahapan desain intruksional. Pada tahapan ini dosen merancang aktivitas instruksional yang dilakukan dosen dalam rangka mendukung proses pembelajaran mahasiswa. Output dari tahapan desain instruksional adalah Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang dilengkapi dengan Lembar Penugasan. Setelah itu dilaksanakan proses pembelajaran melalui aktivitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh mahasiswa yang dipandu oleh dosen melalui aktivitas instruksional. Setelah melalui satu tahapan pembelajaran maka dilakukan proses asesmen untuk mengukur pemenuhan capaian pembelajaran yang dituju dalam mata kuliah. Hasil dari asesmen dikuantifikasikan melalui proses penilaian. Hasil proses penilaian bukan hanya dalam bentuk nilai mata kuliah, namun juga digunakan sebagai bahan evaluasi, untuk membuat keputusan memperbaiki kekurangan dan juga mengembangkan proses pembelajaran yang telah dilakukan. Hasil dari evaluasi berupa umpan balik untuk proses penyusunan/peninjauan kurikulum dan desain instruksional berikutnya.

(more…)

Pengaruh Penerapan Blended Learning Pada Praktikum Mekatronika Terhadap Pencapaian Hasil Pembelajaran Praktikan

Friday, September 15th, 2017

Blended learning mulai diterapkan pada Praktikum Mekatronika dengan maksud untuk dapat mengatasi beberapa masalah yang selama ini terjadi dalam pelaksanaannya. Untuk mengetahui pengaruh penerapan blended learning terhadap hasil pembelajaran praktikan maka dilakukan penelitian dengan membagi pelaksanaan praktikum pada semester 2 tahun 2013/2014 menjadi dua bagian yaitu kelas uji coba dan kelas kontrol. Setelah pelaksanaan praktikum dilakukan responsi dengan metode dan jenis soal yang sama sehingga dapat dilihat perbedaan hasil pembelajaran antara kelas uji coba dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan blended learning dapat memfasilitasi kecepatan pembelajaran praktikan yang berbeda-beda dan memberikan hasil yang positif yang ditunjukkan dengan peningkatan keaktifan praktikan, peningkatan suasana pembelajaran dan peningkatan hasil pembelajaran praktikan. Kata kunci : Blended learning, praktikum, mekatronika, hasil pembelajaran

Tulisan ini pernah dipresentasikan pada Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Badan Kerja Sama Teknik Mesin (BKSTM) dan Universitas Lambung Mangkurat.

Makalah selengkapnya dapat diunduh melalui laman berikut ini.

Agung Nugroho Adi SNTTM 2015

Perubahan Peranan Asisten Dalam Pelaksanaan Blended Learning Pada Praktikum Mekatronika

Tuesday, September 12th, 2017

Abstrak

Selama ini metode pembelajaran yang dilaksanakan pada Praktikum Mekatronika adalah metode konvensional yang lebih banyak porsinya pada proses penjelasan topik bahasan dan tutorial oleh asisten. Dari evaluasi pelaksanaan praktikum sebelumnya diindikasikan terdapat beberapa masalah, antara lain kurangnya interaksi dua arah antara asisten dengan praktikan, kurangnya umpan balik yang diterima oleh praktikan, serta kemampuan praktikan dan asisten yang bervariasi. Untuk menanggulangi masalah-masalah tersebut maka dikembangkan metode pembelajaran baru berupa blended learning. (more…)