Upaya Penjaminan Mutu Program Studi dalam Proses Pembelajaran

Oleh : Agung Nugroho Adi – Prodi Teknik Mesin Universitas Islam Indonesia

Tulisan ini merupakan pengembangan dari tulisan yang terdapat pada tautan berikut, khususnya terkait dengan upaya penjaminan mutu pembelajaran di level program studi. Dengan model kurikulum berbasis capaian pembelajaran seperti yang termaktub dalam SN-Dikti, maka sebenarnya capaian pembelajaran lulusan dapat dianggap sebagai standar mutu, yang selain menjadi acuan pelaksanaan proses pembelajaran, juga semestinya diukur pemenuhannya. Dengan upaya untuk selalu memenuhi capaian pembelajaran tiap lulusannya tentunya program studi telah melakukan proses penjaminan mutu lulusan, dengan harapan dapat membentuk profil lulusan yang diharapkan dapat berkarya dan berkontribusi di masyarakat.

Gambar 1 Siklus pembelajaran

Sebagai pengantar ditampilkan Gambar 1 yang menunjukkan siklus yang terjadi dalam suatu proses pembelajaran. Siklus ini diawali dengan proses penyusunan ataupun peninjauan kurikulum yang menghasilkan dokumen kurikulum yang di dalamnya antara lain terdapat profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, struktur mata kuliah dan silabus. Perencanaan detail untuk setiap mata kuliah dilaksanakan pada tahapan desain intruksional. Pada tahapan ini dosen merancang aktivitas instruksional yang dilakukan dosen dalam rangka mendukung proses pembelajaran mahasiswa. Output dari tahapan desain instruksional adalah Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang dilengkapi dengan Lembar Penugasan. Setelah itu dilaksanakan proses pembelajaran melalui aktivitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh mahasiswa yang dipandu oleh dosen melalui aktivitas instruksional. Setelah melalui satu tahapan pembelajaran maka dilakukan proses asesmen untuk mengukur pemenuhan capaian pembelajaran yang dituju dalam mata kuliah. Hasil dari asesmen dikuantifikasikan melalui proses penilaian. Hasil proses penilaian bukan hanya dalam bentuk nilai mata kuliah, namun juga digunakan sebagai bahan evaluasi, untuk membuat keputusan memperbaiki kekurangan dan juga mengembangkan proses pembelajaran yang telah dilakukan. Hasil dari evaluasi berupa umpan balik untuk proses penyusunan/peninjauan kurikulum dan desain instruksional berikutnya.

Setelah saya pikir-pikir ternyata siklus pembelajaran ini kok cocok ya (ok mungkin dicocok-cocokkan) dengan salah satu siklus yang populer pada penjaminan mutu, yaitu siklus PDCA (Plan-Do-Check-Action). Pemetaan antara siklus pembelajaran dengan siklus PDCA adalah sebagai berikut :

Plan     : tahap perencanaan pembelajaran berupa penyusunan/peninjauan kurikulum dan desain instruksional

Do     : pelaksanaan proses pembelajaran melalui aktivitas pembelajaran/instruksional

Check     : memeriksa kesesuaian aktivitas pembelajaran/instruksional dengan perencanaan melalui proses pengukuran dan penilaian

Action     : tindak lanjut hasil tahapan check untuk memperbaiki kekurangan mengembangkan proses pembelajaran berikutnya melalui tahapan evaluasi

Berikut adalah contoh upaya yang dilakukan program studi untuk menjamin mutu lulusannya melalui siklus penjaminan mutu pembelajaran untuk masing-masing tahapan. Contoh ini diadaptasi dari Dokumen Kurikulum 2017 Program Studi Teknik Mesin UII.

Tahapan Plan melalui Penyusunan/Peninjauan Kurikulum dan Desain Instruksional

Tahapan ini difokuskan pada bagaimana dokumen kurikulum rencana pembelajaran disusun beserta proses reviewnya.

Dokumen kurikulum disusun oleh tim yang dibentuk prodi. Sebagai referensi utama dalam proses penyusunan adalah Panduan Penyusunan Kurikulum yang dikeluarkan oleh Belmawa dan UII. Setelah selesai dokumen kurikulum diajukan ke Rektor untuk disahkan setelah dibahas dan disetujui pada beberapa forum, yaitu forum Rapat Pimpinan Fakultas, dan Rapat Senat Fakultas. Sebelum disahkan rektor dokumen kurikulum akan melalui proses review di Badan Pengembangan Akademik (BPA). Pada tahapan review BPA inilah dokumen kurikulum akan dicek kelengkapan dan kesesuaiannya dengan peraturan yang berlaku. Setelah disetujui barulah rektor mengeluarkan SK Kurikulum Prodi.

Dokumen rencana pembelajaran, berupa RPS dan lembar penugasan disusun oleh dosen pengampu atau kelompok dosen. Pada dasarnya RPS dan Lembar Penugasan merupakan dokumen di level kelas, namun diperbolehkan bahwa 1 RPS digunakan pada kelas paralel. Dokumen pembelajaran direview oleh Kelompok Bidang Keahlian (KBK), yaitu kelompok dosen berdasarkan bidang ilmu atau keahlian dosen sebelum disahkan oleh Ketua Program Studi.

Tahapan Do melalui Aktivitas Pembelajaran/Instruksional

Pada tahapan ini dilakukan monitoring proses pembelajaran dilaksanakan.

Pada saat pertemuan kuliah mahasiswa menandatangani lembar presensi. Setiap pekannya data presensi mahasiswa ini akan dimasukkan oleh petugas perkuliahan ke sistem informasi perkuliahan sehingga dosen maupun orang tua dapat memonitor kehadiran setiap mahasiswa. Setelah tatap muka berakhir dosen mengisi lembar realisasi RPS yang terdapat pada berkas presensi kuliah. Lembar tersebut berisi tanggal, materi yang telah disampaikan, waktu mulai dan selesai kuliah, verifikasi dari mahasiswa, petugas perkuliahan, dan Sekretaris Prodi. Terdapat tiga jenis verifikasi pada lembar Realisasi RPS ini, yaitu :

  • Verifikasi mahasiswa berkaitan dengan kesesuaian materi dan proses pembelajaran yang dilakukan dengan yang tertulis dalam lembar realisasi RPS serta waktu mulai dan selesai kuliah.
  • Verifikasi dari petugas perkuliahan berkaitan dengan jumlah mahasiswa yang hadir dan jumlah pertemuan yang telah dilaksanakan.
  • Verifikasi Sekretaris Prodi terkait dengan kesesuaian materi yang disampaikan dan proses pembelajaran yang dilakukan dengan RPS.

Tahapan Check melalui Aktivitas Pengukuran dan Penilaian

Pada tahapan ini dilakukan validasi proses pengukuran capaian pembelajaran dilakukan (misalnya validasi soal ujian) serta refleksi proses dan hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

Untuk memperlihatkan kaitan tugas dan ujian dengan capaian pembelajaran yang diukur maka lembar penugasan dan soal ujian memuat matriks hubungan antara tugas soal dengan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah yang diukur. Lembar penugasan dan lembar soal ujian divalidasi oleh perwakilan dosen KBK, mencakup kesesuaian materi, tingkat kompleksitas dan bobot soal/tugas dengan RPS, serta kelengkapan informasi soal/tugas.

Di akhir masa perkuliahan dosen dan mahasiswa melakukan proses refleksi proses dan hasil pembelajaran. Selain refleksi personal mahasiswa juga diminta mengisi kuisioner untuk pengukuran kinerja dosen saat mengampu mata kuliah. Hasil kuisioner ini menjadi salah satu komponen dari Nilai Kinerja Dosen (NKD). Dosen pengampu menuliskan refleksi pembelajaran yang dimaksudkan terutama untuk mengevaluasi pemenuhan capaian pembelajaran Mata Kuliah dan proses pembelajaran serta peluang pengembangan ke depan untuk masing-masing Mata Kuliah.

Tahapan Action melalui Tahapan Evaluasi

Pada tahapan ini hasil dari tahapan Check digunakan untuk perbaikan dan pengembangan rencana pembelajaran berikutnya atau untuk proses peninjauan kurikulum berikutnya.

Di akhir semester dilaksanakan sarasehan untuk mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran selama satu semester dengan membahas pemenuhan capaian pembelajaran lulusan selama satu semester, hasil refleksi dosen dan mahasiswa serta penilaian kinerja dosen oleh mahasiswa. Hasil evaluasi ini dirangkumkan menjadi dokumen evaluasi semester program studi. Dokumen ini tentunya dapat menjadi bahan yang berharga untuk penyusunan dokumen rencana pembelajaran di semester berikutnya, peninjauan kurikulum, dan proses lain terkait perbaikan proses pembelajaran.

Demikianlah tulisan pendek tentang upaya penjaminan mutu pembelajaran di level prodi. Untuk diperhatikan, contoh ini merupakan interpretasi prodi kami terhadap proses penjaminan mutu pembelajaran di level prodi, sehingga tentunya belum tentu cocok dan harus dikembangkan untuk situasi yang dihadapi program studi lain. Semoga bermanfaat.

Referensi :

Prodi Teknik Mesin UII (2017). Dokumen Kurikulum Program Studi Teknik Mesin UII Tahun 2017. tidak diterbitkan

Leave a Reply

*

It sounds like SK2 has recently been updated on this blog. But not fully configured. You MUST visit Spam Karma's admin page at least once before letting it filter your comments (chaos may ensue otherwise).